Doa merupakan ibadah sebagaimana sabda Nabi ShallallaHu ‘alaiHi wa sallam,
“Ad du’aa-u Huwal ‘ibadaadatu” yang artinya “Doa adalah ibadah” (HR. Abu dawud no. 1479, at Tirmidzi no. 3247 dan Ibnu Majah no. 3828, dishahihkan oleh Syaikh al Albani dalam Shahiih al Jaami’ish Shaghiir no. 3407)
Sedangkan kaidah dalam beribadah adalah sebagaimana yang dijelaskan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam al Iqthidaa’ halaman 269,
“Maka dasar di dalam ibadah ialah tidak boleh mensyari’atkan sesuatu pun di dalam ibadah kecuali apa – apa yang Allah Ta’ala telah syari’atkan (yakni, ibadah itu sifatnya menunggu keterangan dari Allah Ta’ala dan Rasul-Nya)”
Jadi hukum asal ibadah adalah haram sampai dengan datangnya nash atau pun dalil yang shahih.
Imam ash Shan’ani di dalam Kitabnya Subulus Salam menjelaskan bahwa Abu Dawud meriwayatkan dari beberapa orang sahabat Rasulullah ShallallaHu ‘alaiHi wa sallam,
“Bahwasannya beliau bersabda kepada seseorang, ‘Apa yang kamu ucapkan di dalam Shalat ?’, orang tersebut menjawab, ‘Aku membaca tasyahud lalu aku membaca, ‘AllaHumma innii as-alukal jannata wa a’uudzubika minan naari’, karena aku tidak bisa menirukan gumamanmu (doa dengan suara lirih), dan tidak juga gumaman Mu’adz’
Rasulullah bersabda, ‘Sekitar masalah itulah aku dan Mu’adz bergumam’” (Dishahihkan oleh Syaikh al Albani dalam Shahih Sunan Abu Dawud no. 792).
Maka hadits ini menjelaskan bahwasannya seseorang boleh berdoa dengan lafazh apapun, baik doa itu ma’tsur atau tidak. <Selesai penjelasan Imam ash Shan’ani>
Namun demikian membaca doa-doa yang berasal dari al Qur’an dan as Sunnah yang shahih adalah lebih utama dan lebih selamat.
Dari Abu Na’aamah, ia berkata, “Sesungguhnya Abdullah bin Mughaffal pernah mendengar anaknya berdoa, ‘Ya Allah sesungguhnya aku meminta kepada-Mu istana berwarna putih di sebelah kanan surga apabila nanti aku memasukinya’.
Berkata Abdullah bin Mughaffal, ‘Wahai anakku, mintalah kepada Allah surga dan berlindunglah dari api neraka. Karena sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah ShallallaHu ‘alaiHi wa sallam bersabda,
‘Akan datang di dalam umat ini satu kaum yang melampaui batas di dalam bersuci dan berdoa’” (HR. Abu Dawud no. 96 dan lainnya dengan sanad shahih)
Maraji’ :
Al Masaa-il Jilid 5, Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat, Darus Sunnah Press, Jakarta, Cetakan Pertama, November 2005.
Kumpulan Doa dari al Qur’an dan as Sunnah yang Shahih, Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Pustaka Imam Syafi’i, Jakarta, Cetakan Ketiga Rabi’ul Awwal 1427 H/April 2006 M.
Subulus Salam Syarah Bulughul Maram, Imam Muhammad bin Ismail al Amir ash Shan’ani, Darus Sunnah, Jakarta, Cetakan Pertama, Juli 2006
Telah Datang Zamannya, Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat, Pustaka Imam Muslim, Jakarta, Cetakan Pertama, Jumadits Tsaaniyah 1426 H/Juli 2005 M.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment